
Cetak Pesilat Terbaik, SD Muhammadiyah Tanjungkulon Antarkan TKS Fighter Puncaki Tapak Suci Open 4
SD Muhammadiyah Tanjungkulon
8 Agustus 2026
Bagikan ke :
SD Muhammadiyah Tanjungkulon
8 Agustus 2026
— Kontingen TKS Fighter bersama para atlet muda dari SD Muhammadiyah Tanjungkulon menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Open 4 Tahun 2026. Ajang bergengsi tingkat Eks-Karesidenan Pekalongan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (31/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026), bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Dalam kejuaraan regional tersebut, TKS Fighter sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum kategori Usia Dini. Dominasi ini diraih setelah tim mengirimkan 22 atlet terbaiknya, di mana 21 atlet di antaranya berhasil membawa pulang medali. Secara keseluruhan, TKS Fighter memboyong 10 medali emas, 8 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Keberhasilan besar ini tidak lepas dari kontribusi signifikan para siswa SD Muhammadiyah Tanjungkulon yang memperkuat kontingen. Sekolah dasar tersebut mengirimkan 9 atlet terbaiknya dan berhasil menyumbangkan deretan medali bagi tim.
Lima atlet SD Muhammadiyah Tanjungkulon sukses meraih medali emas atau Juara 1, yakni Aprilian Adi Pratama, Abdul Malik Adha, Hadys Juna Aldio Saiful Bahri, Hanum Dwi Nurwasita, dan Vio Bayu Ardani. Sementara itu, medali perak atau Juara 2 diraih oleh Muhammad Adrian Pradipta serta Naila Khalwa Rafani. Adapun Dinda Aqila Treanjani melengkapi raihan tim dengan menyabet medali perunggu atau Juara 3.
Tak hanya membawa pulang medali emas, pesilat muda SD Muhammadiyah Tanjungkulon, Vio Bayu Ardani, juga dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Kategori Usia Dini. Penghargaan individual ini kian mempertegas dominasi kontingen dalam kejuaraan tersebut.
Pelatih TKS Fighter, Slamet Hermanto, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian luar biasa anak-anak asuhnya. Ia menilai kejuaraan ini menjadi wadah efektif dalam membina kader pesilat Indonesia sekaligus memajukan olahraga bela diri sejak usia dini.
"Kejuaraan ini merupakan tolak ukur dari proses panjang yang telah dilalui para atlet. Di tengah berbagai kesibukan sekolah, mereka mampu membagi waktu untuk berlatih tanpa kenal lelah, baik pagi, siang, sore, hingga malam hari. Cuaca panas maupun dingin tetap diterjang dengan penuh semangat dan daya juang tinggi," ujar Slamet saat ditemui usai pertandingan.
Slamet menambahkan bahwa pengorbanan serta kedisiplinan para atlet muda selama masa latihan terbayar tuntas dengan gelar Juara Umum 1 Usia Dini serta penghargaan Pesilat Terbaik Putri. Ia berharap tradisi juara ini dapat terus dipertahankan pada kejuaraan-kejuaraan mendatang.
"Harapan besar kami selaku pelatih, pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya para atlet tetap mampu meraih prestasi setinggi-tingginya dan mempertahankan tradisi Juara Umum," pungkasnya.
Tags
Konten Terkait
Tidak ada konten terkait